Cara Pasang Sistem Filtrasi – Memiliki akses terhadap air bersih yang jernih dan tidak berbau merupakan impian setiap orang.
Akan tetapi, sering kali kualitas air tanah atau air PAM pada lingkungan kurang memenuhi standar kesehatan yang jadi keinginan.
Kini banyak orang mulai mencari tahu mengenai cara pasang sistem filtrasi air secara mandiri pada beberapa area.
Memasang penyaring sendiri bisa menghemat banyak pengeluaran anggaran bulanan untuk membeli air kemasan galon.
Sebagai informasi bahwa kualitas airnya yang buruk bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan tersendiri.
Airnya yang mengandung kadar zat besi tinggi juga akan merusak peralatan dapur. Melalui artikel kali ini akan menjelaskan cara memasang sistem penyaring tapi secara mandiri.
Oleh karena itu, untuk lebih jelasnya simak saja artikel berikut.
Cara Mudah Pasang Filtrasi Air Sendiri

Memiliki sistem penyaringan air yang mumpuni merupakan langkah proaktif dalam menjaga kesehatan penggunanya.
Sering kali, air yang bersumber dari sumur bor atau layanan penyedia lainnya masih mengandung endapan lumpur, zat besi, hingga bau kaporit.
Nah, berikut ini ada beberapa cara mudah pasang penyaringan air sendiri yaitu:
1. Menentukan Lokasi Pemasangan yang Strategis
Langkah pertama adalah memilih tempat peletakan tabung filter yang dekat dengan sumber listrik pompa namun tetap memiliki akses pembuangan.
2. Menyiapkan Peralatan dan Komponen Utama
Penggunanya harus menyiapkan tabung filter, kepala tabung (three-way valve), serta pipa PVC beserta sambungan yang sangat berkualitas.
3. Memasang Pipa Tengah (Central Pipe) dan Strainer
Masukkan pipa tengah yang telah terpasang saringan bawah (strainer) ke dalam tabung lalu posisikan tepat pada tengah dasar tabungnya.
Tutuplah ujung atas pipa menggunakan isolasi agar media filter tidak masuk ke dalam pipanya saat proses pengisian.
4. Mengisi Media Filter Secara Berlapis
Masukkan media filter mulai dari pasir silika sebagai lapisan dasar, kemudian karbon aktif, hingga mangan zeolit sesuai takaran.
Urutan pengisian media harus benar agar setiap lapisan bisa menyaring partikel kotoran dan menyerap bau.
5. Memasang Kepala Tabung
Lepaskan isolasi penutup pipa tengah lalu pasang kepala tabung tiga arah pada bagian atas lubang tabung filternya.
Pastikan cincin karet (O-ring) terpasang dengan posisi yang benar guna mencegah air merembes keluar.
6. Menghubungkan Instalasi Pipa Masuk dan Keluar
Hubungkan pipa dari pompa air ke lubang input serta pipa menuju tangki ke lubang output pada kepala tabung.
Jangan lupa untuk menyambungkan satu jalur pipa tambahan ke lubang pembuangan (waste).
7. Melakukan Proses Cuci Balik (Backwash)
Putar tuas kepala tabung ke posisi backwash lalu nyalakan pompa guna membersihkan debu-debu halus yang menempel pada media filternya.
8. Melakukan Pembilasan dan Pengujian Akhir
Putar tuas ke posisi fast rinse selama lima menit guna memadatkan kembali susunan media filter sebelum mulai menyaring airnya.
Pindahkan tuas ke posisi filter dan ambillah sampel air hasil saringan guna memastikan bau serta warna air sudah.
Bagaimana Cara Kerja dari Sistem Filtrasi Air?

Memahami mekanisme di balik penjernihan air sangatlah penting agar bisa merawat sistem pengolahan air secara mandiri.
Mengetahui setiap tahapan proses akan memudahkan dalam mendeteksi jika terjadi penurunan kualitas airnya yang mengalir. Berikut ini cara kerja dari sistem penyaringannya yaitu:
1. Tahap Penyaringan Partikel Besar
Cara kerja pertama mulainya saat air kotor masuk ke lapisan pasir silika yang bertugas menahan kotoran berukuran besar.
2. Proses Adsorpsi Bau dan Warna (Karbon Aktif)
Air akan mengalir melewati lapisan karbon aktif yang memiliki jutaan pori kecil untuk menyerap zat kimia organik.
3. Oksidasi Zat Besi dan Mangan
Jika air mengandung logam, media seperti mangan zeolit akan bereaksi secara kimiawi untuk mengikat unsur besi yang terlarut.
Zat besi yang tadinya cair akan berubah menjadi padat dan terperangkap dalam media filter.
4. Proses Pertukaran Ion (Ion Exchange)
Pada sistem tertentu, media resin berguna untuk menurunkan kadar kapur atau kesadahan yang tinggi dalam sumber airnya.
5. Tahap Filtrasi Mikroorganisme
Susunan media yang sangat padat dalam tabung juga berfungsi sebagai penghalang bagi beberapa jenis bakteri dan kuman. Air yang keluar menjadi lebih higienis serta sangat aman penggunaannya.
6. Mekanisme Backwash
Sistem ini memiliki mode kerja pembersihan di mana aliran air membalikkan tekanannya dari bawah menuju ke bagian atas.
7. Tahap Pembilasan Cepat
Setelah proses cuci balik selesai, sistem akan melakukan pembilasan cepat guna mengatur kembali posisi butiran media agar padat.
Selanjutnya, sisa-sisa kotoran yang masih melayang akan terbuang habis agar tidak ikut masuk ke pipa.
8. Penyaluran Air Hasil Filtrasi
Air yang telah melewati seluruh rangkaian proses akan keluar melalui pipa outlet menuju ke tangki atau kran.
Berapa Biaya Pasang Sistem Filtrasi Oleh Tukang Ledeng?

Memutuskan untuk menggunakan jasa profesional dalam pemasangan penjernih air adalah langkah bijak guna memastikan seluruh sambungan pipa terpasang secara presisi dan bebas bocor.
Meskipun telah memahami cara pasang sistem filtrasi, kehadiran tukang ledeng ahli akan memberikan jaminan akan tekanannya yang stabil.
Berikut ini rincian biaya pasang sistem penyaringan air yaitu:
1. Jasa Instalasi Unit Utama
Komponen biaya yang paling dasar adalah upah jasa pasang untuk satu unit tabung filter air standar yang biasanya berkisar antara Rp350.000 hingga Rp600.000.
2. Biaya Material Pipa dan Sambungan (Fitting)
Sering kali, harga jasa yang ditawarkan belum mencakup material pendukung seperti pipa, knee, socket, dan lem pipa berkualitas tinggi.
Oleh karena itu, perlu menyiapkan anggaran tambahan sekitar Rp150.000 hingga Rp300.000 untuk pembelian material pipa standar berukuran 3/4 atau 1 inci.
3. Biaya Pemasangan Pompa Pendorong (Booster Pump)
Jika tekanan air dari sumber utama kurang kuat untuk menembus media filter yang rapat, tukang biasanya menyarankan pemasangan pompa tambahan.
Untuk jasa pemasangan pompa pendorong ini kena biaya terpisah yang berkisar antara Rp200.000 hingga Rp350.000 per unit.
4. Estimasi Biaya Borongan Total
Bagi yang menginginkan kepraktisan, banyak teknisi menawarkan sistem borongan jasa “terima beres” dengan kisaran harga Rp800.000 hingga Rp1.500.000.
Harga borongan ini umumnya sudah mencakup upah tukang, material pipa, serta garansi kebocoran.
Penutup
Mengetahui cara pasang sistem filtrasi secara mandiri memberikan kepuasan tersendiri serta menjamin ketersediaan airnya.
Namun, agar pemasangan lebih puas dan terjamin perlu tukang ahli tersendiri. Tersedia informasi menarik mengenai jasa ledeng yang profesional, bisa konsultasi atau tanya-tanya dulu melalui Whatsapp berikut ini.

