Cara Menambal Tangki Rembes – Tangki air yang rembes bisa membuat persediaan air berkurang tanpa menyadarinya.
Karena itu, cara menambal tangki rembes perlu melakukannya setelah sumber kebocoran menemukannya.
Kebocoran kecil juga sebaiknya segera memperbaikinya sebelum retakan semakin melebar. Selain itu, metode perbaikan harus menyesuaikan dengan bahan tangki.
Tangki plastik, fiberglass, dan stainless memiliki karakteristik berbeda. Melalui artikel kali ini akan menjelaskan cara menambalnya. Jadi, untuk lebih lanjut simak saja artikel ini sampai tuntas.
Berbagai Penyebab Umum Kebocoran Tangki Air

Kebocoran tangki bisa muncul karena beberapa faktor, tidak serta merta terjadi begitu saja. Berikut ini ada beberapa penyebab yang perlu memeriksanya sebelum melakukan perbaikan.
1. Retakan pada Dinding Tangki
Retakan kecil bisa muncul pada dinding tangki akibat tekanan dan usia material. Selanjutnya, retakan tersebut bisa melebar saat wadah penyimpanannya terus terisi air.
2. Permukaan Dudukan Tidak Rata
Dudukan yang tidak rata bisa memberikan tekanan pada titik tertentu. Akibatnya, bagian dasar tangki bisa mengalami tekanan yang tidak merata.
3. Material Tangki Mulai Rapuh
Material tangki bisa mengalami penurunan kondisi setelah penggunaannya dalam waktu lama. Selain itu, paparan panas dan sinar matahari bisa mempercepat kerusakan material tertentu.
4. Sambungan Pipa Mengalami Kebocoran
Kebocoran sering terlihat seperti berasal dari badan wadah penyimpanannya. Padahal, sumbernya bisa berasal dari sambungan inlet atau outlet yang bermasalah.
5. Karet Seal Sudah Rusak
Karet seal bisa mengeras setelah penggunaannya dalam waktu lama. Kemudian, celah kecil bisa muncul dan menjadi jalur keluarnya air.
6. Fitting Terlalu Kencang
Pemasangan fitting yang terlalu kencang bisa memberikan tekanan pada area sambungan. Oleh karena itu, bagian tersebut bisa mengalami retak atau perubahan bentuk.
7. Korosi pada Tangki Logam
Tangki logam bisa mengalami korosi jika kondisi material dan lingkungan mendukung. Selanjutnya, korosi bisa menghasilkan lubang kecil pada permukaan tangki.
8. Endapan Menumpuk pada Dasar Tangki
Pasir dan kotoran bisa mengendap pada bagian dasar wadah penyimpanannya. Jika membiarkannya, endapan tersebut bisa mengganggu kondisi permukaan dalam tangki.
9. Benturan pada Badan Tangki
Benturan benda keras bisa menghasilkan retakan yang tidak langsung terlihat. Namun, kerusakan tersebut bisa berkembang menjadi kebocoran setelah wadah penyimpanannya kembali terisi.
10. Tekanan Air Tidak Merata
Tekanan air meningkat seiring bertambahnya kedalaman air. Oleh karena itu, bagian bawah wadah penyimpanannya menerima beban yang lebih besar.
Langkah Praktis Menambal Tangki Berdasarkan Bahannya

Cara menambal tangki yang rembes harus mulai dengan pemeriksaan material. Selanjutnya, pilih teknik yang sesuai dengan jenis kerusakan dan bahan wadah penyimpanannya. Nah, berikut ini beberapa langkah praktis menambal wadah penyimpanan airnya berdasarkan bahannya yaitu:
1. Kosongkan Tangki Terlebih Dahulu
Pertama, keluarkan seluruh air dari dalam tangki. Kemudian, buka saluran pembuangan agar tidak ada air tersisa pada area perbaikan.
2. Temukan Titik Kebocoran
Selanjutnya, periksa seluruh permukaan tangki secara menyeluruh. Tandai bagian yang retak, berlubang, atau menunjukkan tanda rembesan.
Jika perlu, gunakan kain kering untuk menemukan jalur air secara lebih jelas. Permukaan yang terus basah bisa membantu menunjukkan lokasi kebocoran.
3. Bersihkan Area yang Rembes
Setelah itu, bersihkan area tersebut dari kotoran, lumut, minyak, dan kerak. Gunakan amplas sesuai karakter material agar permukaan lebih siap untuk memperbaikinya. Permukaan yang bersih membantu bahan penambal menempel dengan lebih kuat.
4. Keringkan Permukaan Tangki
Keringkan area kebocoran sampai benar-benar bebas air. Tahap ini penting karena sebagian bahan perekat membutuhkan permukaan kering. Ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan bahan penambal.
5. Gunakan Plastic Welding untuk Tangki Plastik
Pada tangki plastik tertentu, plastic welding bisa menggunakannya untuk memperbaiki retakan. Metode ini menyatukan material dengan proses pemanasan menggunakan alat khusus. Namun, teknik tersebut membutuhkan keterampilan agar material tidak rusak akibat panas.
6. Gunakan Epoxy yang Sesuai untuk Kebocoran Kecil
Untuk kerusakan ringan, epoxy khusus bisa menjadi salah satu pilihan. Oleskan bahan sesuai petunjuk setelah permukaan membersihkan dan mengeringkannya
Kemudian, biarkan epoxy mengeras sesuai waktu curing yang ditentukan. Jangan langsung mengisi tangki sebelum bahan tersebut benar-benar mengeras.
7. Gunakan Resin dan Fiberglass pada Tangki Fiberglass
Tangki fiberglass bisa memperbaikinya menggunakan resin dan serat fiberglass. Pertama, amplas area retak agar permukaannya siap menerima bahan perbaikan.
Selanjutnya, aplikasikan resin dan tempelkan serat fiberglass pada area tersebut. Lapisi kembali dengan resin sampai seluruh serat tertutup.
8. Periksa Sambungan Pipa dan Seal
Jika badan tangki tidak retak, periksa bagian fitting dan sambungan pipa. Kemudian, periksa kondisi gasket atau karet seal pada sambungan.
Jika seal sudah keras atau rusak, gantilah dengan komponen yang sesuai. Hindari mengencangkan fitting secara berlebihan karena tekanan bisa merusak area sambungan.
9. Uji Tangki Setelah Perbaikan
Setelah bahan perbaikan mengeras, lakukan pengujian secara bertahap. Isi tangki dengan sedikit air terlebih dahulu.
Kemudian, periksa area yang sebelumnya mengalami kebocoran. Jika tidak ada rembesan, tambahkan volume air secara perlahan.
Pencegahan Kebocoran Tangki di Masa Depan

Perbaikan bisa melakukannya ketika tangki mulai rembes. Namun, pemeriksaan rutin bisa membantu mengurangi risiko kerusakan berikutnya. Maka dari itu, berikut ini ada beberapa pencegahan kebocoran tangki yaitu:
1. Periksa Tangki Secara Berkala
Lakukan pemeriksaan visual pada badan tangki. Cari retakan, perubahan bentuk, noda air, atau bagian yang terlihat lembap.
2. Pastikan Dudukan Tetap Rata
Dudukan harus menopang tangki secara merata. Karena itu, segera perbaiki bagian dudukan yang retak, miring, atau mengalami penurunan.
3. Hindari Benturan pada Tangki
Jangan meletakkan benda berat pada atas atau dekat badan tangki. Selain itu, hindari aktivitas yang bisa memberikan benturan pada dinding wadah penyimpanan.
4. Bersihkan Tangki Secara Rutin
Kotoran bisa menumpuk pada dasar tangki selama penggunaan. Oleh sebab itu, lakukan pengurasan dan pembersihan secara berkala. Pembersihan membantu mengurangi endapan yang bisa mengganggu kondisi bagian dalamnya.
5. Periksa Sambungan Pipa
Selanjutnya, periksa sambungan inlet, outlet, overflow, dan pembuangan. Pastikan setiap sambungan tetap rapat tanpa memberikan tekanan berlebih pada tangkinya.
6. Ganti Seal yang Mulai Rusak
Karet seal yang mengeras sebaiknya segera menggantinya. Dengan demikian, celah pada sambungan bisa meminimalisirnya sebelum berubah menjadi kebocoran.
7. Gunakan Bahan Perbaikan yang Sesuai
Jangan memilih bahan penambal hanya berdasarkan harga. Sebaliknya, perhatikan kecocokan bahan dengan plastik, fiberglass, atau stainless.
8. Lindungi Tangki dari Panas Berlebihan
Tangki yang berada pada area terbuka bisa menerima paparan panas dan sinar matahari. Oleh karena itu, pilih lokasi pemasangan yang sesuai dengan spesifikasi produk.
Baca juga: Tips Pasang Toren Efisien Tanpa Kebocoran
9. Jangan Membebani Tangki
Tangki harus menggunakannya sesuai kapasitas yang ditentukan. Selain itu, jangan menambahkan beban lain pada badan atau bagian atas tangkinya.
10. Segera Tangani Rembesan Kecil
Rembesan kecil tetap perlu memeriksanya meskipun belum mengganggu persediaan air. Lakukan perbaikan sebelum kerusakan berkembang menjadi kebocoran besar.
Penutup
Cara menambal tangki yang rembes perlu menyesuaikan dengan penyebab dan materialnya. Kebocoran kecil bisa menanganinya dengan bahan tertentu, sedangkan kerusakan struktural membutuhkan pengelasan.
Kami menyediakan jasa tukang ledeng instalasi pipa yang berkualitas dan terpercaya. Informasi lebih lanjut bisa menghubungi Whatsapp di bawah ini.

