Cara Memperbaiki Kran Air Rusak

Cara Memperbaiki Kran Air Rusak

Cara Memperbaiki Kran Rusak – Menghadapi tetesan air yang terus-menerus keluar dari mulut keran bukan hanya masalah kebisingan yang mengganggu ketenangan pada malam hari. 

Akan tetapi juga menjadi sumber pemborosan tagihan air yang signifikan jika membiarkannya terlalu lama.

Mempelajari cara memperbaiki kran rusak secara mandiri adalah keterampilan dasar yang sangat berguna untuk menjaga efisiensi sistem sanitasi tanpa harus menunggu bantuan tukang.

Dengan memahami mekanisme sederhana di balik katup airnya, maka bisa menyelamatkan literan air bersih setiap harinya sekaligus mencegah kerusakan lebih lanjut pada drat pipa. 

Karena yang mungkin terjadi akibat tekanan air tidak terkontrol. Tepat pada artikel kali ini akan menjelaskan lebih dalam mengenai beberapa cara memperbaiki krannya yang rusak. 

Jadi, untuk lebih jelasnya simak saja artikel berikut.

Mengapa Kran Air Sering Rusak?

Mengapa Kran Air Sering Rusak?

Memahami berbagai faktor teknis yang menjadi alasan mengapa kran air sering rusak adalah langkah awal cerdas untuk menghentikan pemborosan air dan biaya perbaikan tak berujung.

Meskipun terlihat sebagai komponen yang sederhana, kran air biasanya bekerja pada bawah tekanan stabil. Berikut ini ada beberapa alasan mengapa kran airnya sering rusak yaitu:

1. Keausan pada Seal atau Ring Karet

Dalam setiap keran terdapat komponen penyekat berupa seal atau ring karet yang berfungsi untuk menutup aliran air secara total saat keran memutarnya ke posisi mati.

Seiring berjalannya waktu dan penggunaan yang intens, karet ini akan mengalami pengerasan, penipisan, atau bahkan sobek.

2. Penumpukan Kerak Mineral

Air yang menyalurkannya ke berbagai area sering kali mengandung mineral terlarut seperti kalsium dan magnesium, yang lama-kelamaan akan membentuk kerak padat dalam bodi keran.

Kerak ini bersifat keras dan bisa menghambat pergerakan katup atau menyumbat lubang aliran air.

3. Tekanan Air yang Terlalu Tinggi

Banyak orang menginginkan aliran air yang deras, namun tekanan air yang melampaui batas kemampuan material keran bisa merusak komponen internal secara perlahan.

Tekanan yang sangat kuat terus-menerus menekan bagian jantung keran (cartridge) dan seal, sehingga memicu kebocoran halus atau bahkan membuat bodi kerannya pecah.

4. Pemasangan yang Tidak Presisi

Kesalahan pada saat pemasangan awal, seperti penggunaan selotip pipa (seal tape) yang terlalu sedikit atau pemasangan drat yang miring, sering menjadi penyebab kerusakan awal.

Sambungan yang tidak rapat akan membuat air merembes melalui sela-sela drat, yang jika membiarkannya akan memicu timbulnya korosi.

5. Kebiasaan Memutar Tuas Terlalu Kencang

Salah satu perilaku salah yang sering merusak keran adalah memutar tuas atau pegangan keran dengan tenaga berlebih saat menutupnya.

Hal ini biasanya melakukannya saat keran mulai sedikit bocor, padahal tindakan ini justru akan menghancurkan ulir dalam dan membuat seal karet semakin cepat hancur.

6. Partikel Padat (Pasir dan Kerikil) dari Pompa

Jika menggunakan air tanah, terkadang partikel halus seperti pasir atau kotoran dari pipa penyaluran ikut terbawa dan masuk ke dalam mekanisme keran.

Goresan sekecil apa pun pada permukaan dudukan katup sudah cukup untuk membuat celah permanen yang menyebabkan air terus menetes.

7. Korosi pada Material Berkualitas Rendah

Banyak keran pada pasaran terbuat dari campuran logam atau plastik tipis yang terlapisi krom agar terlihat seperti logam berkualitas tinggi.

Material semacam ini sangat rentan terhadap korosi akibat perubahan suhu dan zat kimia dalam air.

8. Paparan Suhu Ekstrem Secara Terus-Menerus

Perubahan suhu yang drastis, terutama pada pemasangan air panas, bisa menyebabkan material keran mengalami pemuaian dan penyusutan berulang.

Jika material keran tidak rancangannya khusus untuk suhu tinggi, maka komponen plastik atau karet dalamnya akan lebih cepat getas.

Cara Mudah Memperbaiki Kran Air yang Rusak

Cara Mudah Memperbaiki Kran Air yang Rusak

Mengatasi kendala kebersihan seperti kebocoran kecil atau tuas macet sering kali menjadi tugas yang bisa menyelesaikannya sendiri tanpa harus merogoh kocek untuk memanggil tenaga ahli.

Mempraktikkan cara mudah memperbaiki kran air yang rusak mulai dengan memahami dasar komponen dalamnya. Berikut ini ada cara mudah dalam memperbaiki kran airnya yang rusak yaitu:

1. Tutup Aliran Air Utama

Langkah pertama yang wajib melakukannya sebelum membongkar kran adalah mematikan aliran air dari sumbernya, baik itu dari tandon air maupun pompa.

Bisa menutup keran pusat (stop valve) yang biasanya terletak dekat meteran air atau di bawah wastafel.

2. Siapkan Peralatan Dasar yang Perlu

Tidak membutuhkan alat berat untuk pekerjaan ini, cukup siapkan kunci inggris, obeng (plus dan minus), tang, dan selotip pipa (seal tape).

Memiliki peralatan yang lengkap dekat dengan areanya akan mempercepat proses pengerjaan dan mencegah kerusakan pada bodi kran.

3. Bongkar Pegangan atau Tuas Kran

Gunakan obeng untuk melepas baut pengikat yang biasanya tersembunyi pada bawah tutup dekoratif kecil bertanda “H” atau “C”.

Setelah baut terlepas, tarik pegangan kran ke atas secara perlahan hingga bagian jantung kran terlihat dengan jelas.

4. Periksa dan Ganti Seal Karet yang Getas

Penyebab utama kran menetes adalah rusaknya seal atau ring karet penyekat yang sudah mengeras atau sobek.

Lepaskan karet tersebut dari dudukan katup dan periksa kondisinya jika sudah tidak elastis, segera ganti dengan yang baru dengan ukurannya identik.

5. Bersihkan Kerak Mineral pada Dudukan Katup

Gunakan sikat gigi bekas atau kain bersih untuk membersihkan sisa-sisa pasir, lumut, atau kerak kapur yang menempel pada bagian dalam bodi kran.

Kerak yang menumpuk pada dudukan katup akan membuat kran tidak bisa menutup dengan rapat.

6. Lilitkan Seal Tape pada Bagian Drat

Sebelum memasang kembali kran atau menyambungkannya ke pipa dinding, lilitkan seal tape putih secukupnya pada bagian ulir atau drat.

Lilitkan selotip searah jarum jam agar saat kran terputar masuk ke pipa, selotip tidak terlepas atau menggulung.

7. Rakit Kembali Komponen dengan Presisi

Pasang kembali jantung kran, pegangan, dan baut pengikat sesuai dengan urutan saat membongkarnya tadi.

Pastikan semua komponen masuk ke posisinya dengan pas dan jangan memaksakan putaran jika terasa miring.

8. Lakukan Uji Coba dan Inspeksi Akhir

Buka kembali aliran air utama secara perlahan dan nyalakan kran untuk membuang udara yang terjebak dalam pipa.

Setelah air mengalir lancar, tutup kran dan perhatikan selama beberapa menit apakah masih ada tetesan air yang keluar.

Tips Meningkatkan Tekanan Air pada Kran yang Alirannya Kecil

Tips Meningkatkan Tekanan Air pada Kran yang Alirannya Kecil

Mengalami kendala kucuran air yang lemah saat sedang terburu-buru mencuci piring atau mandi tentu menjadi pengalaman sangat menjengkelkan dan menghambat efisiensi aktivitasnya.

Oleh karena itu tekanan air pada kran haruslah yang kencang. Berikut ini ada beberapa tips meningkatkan tekanan air pada kran yang alirannya kecil yaitu:

1. Bersihkan Aerator pada Ujung Kran

Aerator adalah saringan kecil berbentuk jaring pada ujung mulut kran yang berfungsi memecah aliran air agar tidak menciprat.

Cukup melepas aerator dengan tang atau tangan, lalu rendam dalam larutan cuka selama satu malam untuk melarutkan kerak mineral.

2. Periksa dan Bersihkan Katup Saringan (Cartridge)

Jika kran menggunakan sistem tuas tunggal, terdapat komponen internal bernama cartridge yang mengatur debit air.

Bongkar pegangan kran dan bersihkan bagian cartridge ini dari lumut atau endapan tanah.

3. Tingkatkan Ketinggian Toren Air

Tekanan air sangat terpengaruhi oleh gaya gravitasi, sehingga semakin tinggi posisi penampungan air maka daya dorong air ke bawah akan semakin kuat.

Jika tekanan air pada lantai 2 terasa sangat lemah, mungkin perlu menaikkan posisi toren air minimal 2 hingga 4 meter lebih tinggi dari titik kran tertinggi.

4. Gunakan Pipa dengan Diameter yang Tepat

Penggunaan pipa penyaluran yang terlalu kecil akan meningkatkan hambatan gesek dan menurunkan volume air sampai ke kran.

Sebaiknya menggunakan pipa utama berukuran lebih besar dari tandon, lalu mengecilkannya menjadi 0,5 inci hanya saat mendekati titik kran.

5. Kurangi Jumlah Sambungan Siku (Elbow)

Setiap sambungan siku 90 derajat pada instalasi pipa akan mengurangi tekanan air sebesar beberapa persen karena adanya hambatan aliran mendadak.

Perlu merancang jalur perpipaan seefisien mungkin dengan meminimalisir belokan yang tidak perlu.

6. Periksa dan Bersihkan Filter Air Utama

Banyak rumah modern menggunakan filter air untuk menyaring sedimen dan bau pada air tanah. Pastikan untuk mencuci atau mengganti isi filter air secara rutin agar tidak terjadi penurunan tekanan air drastis.

7. Pasang Pompa Pendorong (Booster Pump)

Jika faktor gravitasi tidak memungkinkan untuk meningkatkannya, memasang pompa pendorong atau booster pump adalah solusi yang sangat efektif.

Alat ini sangat berguna untuk menstabilkan tekanan air pada unit mesin cuci otomatis maupun pancuran mandi (shower).

8. Pastikan Katup Utama Terbuka Sempurna

Sering kali, masalah tekanan air rendah penyebabnya oleh hal sepele seperti katup pusat yang tidak terbuka secara penuh.

Periksa semua katup pengatur yang ada pada jalur pipa, baik yang berada di bawah wastafel maupun yang berada dekat meteran air.

Penutup

Penting untuk tahu cara memperbaiki kran yang rusak secara mandiri, agar ketika ada kerusakan bisa langsung memperbaikinya.

Akan tetapi, jika tidak ingin kerusakan makin parah maka solusinya memanggil jasa tukang ledeng. Tersedia informasi menarik mengenai jasa ledeng yang profesional.

Untuk selengkapnya bisa konsultasi atau tanya-tanya dulu melalui Whatsapp berikut ini.

Scroll to Top