Kesalahan Umum dalam Merawat Atap uPVC yang Perlu Dihindari

Bagaimana Pipa PPR Bisa Bocor?

Bagaimana Pipa PPR Bocor – Pipa PPR (Polypropylene Random) menjadi salah satu pilihan favorit untuk instalasi air bersih, baik di rumah tinggal, gedung perkantoran, maupun industri. Alasannya pipa ini tahan panas, tahan tekanan, anti karat, dan memiliki masa pakai yang panjang.

Namun, meski diklaim awet dan kuat, pipa PPR tetap memiliki potensi bocor. Harusnya pipa ini mampu bertahan puluhan tahun, sehingga banyak orang bingung akan hal ini.

Dalam artikel ini akan membahas mengenai bagaimana Pipa PPR bocor. Yuk simak!

Bagaimana Pipa PPR Bocor ?

Bagaimana Pipa PPR Bocor ?

Berikut ini adalah beberapa penyebab yang membuat pipa PPR bisa bocor.

1. Tahan Terhadap Korosi

Lapisan galvanis pada kanal galvalum memberikan perlindungan ekstra terhadap karat, bahkan di area yang lembap atau sering terkena hujan. Dengan begitu, kanal ini tetap awet dan tidak memerlukan perawatan intensif.

2. Kekuatan Struktur yang Tinggi

Kanal galvalum galvanis premium memiliki kekuatan tekan dan tarik yang sangat baik, sehingga mampu menopang beban berat. Hal ini menjadikannya pilihan ideal untuk konstruksi yang membutuhkan kestabilan jangka panjang.

3. Bobot yang Ringan

Meskipun kuat, kanal galvalum memiliki bobot yang lebih ringan dibandingkan material baja konvensional. Keunggulan ini mempermudah proses pengangkutan dan pemasangan di lokasi proyek.

4. Permukaan yang Rata dan Presisi

Proses produksi yang modern membuat kanal galvalum memiliki ukuran presisi dengan permukaan halus dan rata. Hasilnya, pemasangan menjadi lebih rapi dan mengurangi potensi celah pada konstruksi.

5. Tahan Terhadap Perubahan Cuaca

Material galvalum galvanis mampu bertahan terhadap panas terik, hujan deras, maupun perubahan suhu ekstrem. Ini memastikan kanal tetap kokoh meskipun digunakan di area terbuka.

6. Hemat Biaya Perawatan

Daya tahan kanal galvalum galvanis premium yang tinggi membuatnya tidak memerlukan pengecatan atau perlindungan tambahan secara rutin. Hal ini tentu membantu menghemat biaya perawatan dalam jangka panjang.

Kesalahan Umum dalam Instalasi Pipa PPR

Kesalahan Umum dalam Instalasi Pipa PPR

Berikut ini adalah beberapa kesalahan umum dalam instalasi pipa PPR.

1. Pemotongan Pipa yang Tidak Rata

Pipa yang dipotong miring akan menyulitkan proses penyambungan dan meninggalkan celah yang dapat menyebabkan kebocoran. Pastikan pemotongan dilakukan dengan alat khusus pipa PPR untuk hasil yang lurus dan presisi.

2. Pemanasan yang Tidak Sesuai Standar

Penyambungan pipa PPR memerlukan pemanasan pada suhu dan waktu tertentu. Pemanasan berlebihan dapat merusak struktur pipa, sedangkan pemanasan kurang akan membuat sambungan tidak menyatu sempurna.

3. Tidak Membersihkan Permukaan Sebelum Penyambungan

Debu, kotoran, atau minyak yang menempel pada ujung pipa akan mengganggu proses penyatuan material. Pembersihan dengan kain kering atau alkohol ringan sangat penting sebelum pemasangan.

4. Mengabaikan Tekanan Uji Setelah Instalasi

Banyak instalasi langsung digunakan tanpa pengujian tekanan terlebih dahulu. Uji tekanan sangat penting untuk memastikan sambungan tidak bocor sebelum sistem dipakai secara penuh.

5. Salah Memilih Diameter Pipa

Penggunaan diameter yang terlalu kecil akan menurunkan aliran air, sedangkan diameter terlalu besar dapat menyebabkan pemborosan biaya. Pemilihan ukuran harus disesuaikan dengan kebutuhan debit air di lokasi.

6. Pemasangan Terlalu Dekat dengan Sumber Panas

Pipa PPR memang tahan panas, tetapi paparan langsung dari sumber panas seperti kompor atau tungku dapat memperpendek umur pipa. Jaga jarak aman atau gunakan pelindung khusus di area tersebut.

Cara Mengatasi Pipa PPR Bocor

Cara Mengatasi Pipa PPR Bocor

Berikut ini adalah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi pipa PPR yang bocor.

1. Identifikasi Titik Kebocoran

Lacak sumber kebocoran dengan teliti, apakah berasal dari sambungan, retakan pada pipa, atau kerusakan lainnya. Identifikasi yang tepat akan membantu menentukan metode perbaikan yang paling efektif. Semakin cepat titik kebocoran ditemukan, semakin kecil risiko kerusakan menyebar ke bagian lain dari sistem pipa.

2. Matikan Aliran Air

Sebelum memperbaiki, pastikan aliran air dari sumber utama dimatikan untuk mencegah kebocoran semakin parah. Tindakan ini juga membuat proses perbaikan lebih aman dan rapi. Setelah aliran air dimatikan, buka keran terdekat untuk menguras sisa air dalam pipa. Langkah ini akan memastikan area kerja benar-benar kering sehingga sambungan atau perbaikan dapat merekat dengan maksimal.

3. Gunakan Mesin Las Pipa PPR

Untuk sambungan yang rusak, gunakan mesin las pipa PPR (heat fusion) agar sambungan baru menyatu sempurna. Proses ini memastikan perbaikan memiliki kekuatan dan ketahanan seperti pipa baru.

4. Ganti Bagian Pipa yang Rusak

Jika kebocoran terjadi pada bagian pipa yang sudah rapuh atau retak parah, potong dan ganti dengan potongan pipa PPR baru. Pastikan ukuran dan diameter pipa pengganti sesuai dengan sistem yang ada.

5. Uji Tekanan Setelah Perbaikan

Setelah perbaikan selesai, lakukan uji tekanan air untuk memastikan tidak ada kebocoran tersisa. Langkah ini mencegah terjadinya kebocoran ulang yang dapat merusak dinding atau lantai.

6. Gunakan Pelindung Pipa di Area Rentan

Jika pipa terletak di area yang rawan benturan atau panas, pasang pelindung tambahan seperti isolasi pipa. Perlindungan ini dapat memperpanjang umur pipa dan mencegah kebocoran di masa depan.

Penutup

Pipa PPR memang memiliki banyak keunggulan, tetapi tetap bisa bocor karena berbagai hal. Dengan memahami penyebabnya, menghindari kesalahan pemasangan, dan melakukan perawatan rutin, bisa memperpanjang umur pipa sekaligus menghindari biaya perbaikan besar.

Kami menyediakan jasa tukang ledeng profesional yang membantu kamu mengatasi segala sistem perpipaan dan air kamu termasuk mengatasi pipa PPR bocor. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

Scroll to Top