Saat musim hujan tiba, genangan air sering terlihat di halaman rumah. Namun, tidak semua rumah mengalami masalah yang sama. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh sistem drainase yang digunakan. Oleh karena itu, penting untuk memahami apa fungsi sistem drainase sejak awal pembangunan rumah.
Daftar isi
ToggleSistem drainase adalah jaringan saluran yang dirancang untuk mengalirkan air hujan dan air limbah. Dengan demikian, air tidak akan mengendap di sekitar bangunan. Selain itu, struktur rumah dapat lebih terlindungi dari risiko kerusakan akibat kelembapan berlebih.
Mencegah Genangan, Banjir, dan Erosi

Pertama, apa fungsi sistem drainase yang paling utama? Sistem ini dirancang untuk mengalirkan air hujan ke saluran pembuangan atau area resapan. Dengan begitu, genangan di halaman rumah dapat dicegah.
Genangan air yang dibiarkan terlalu lama bisa menyebabkan permukaan tanah menjadi becek. Selain itu, lantai teras dan garasi dapat menjadi licin dan berbahaya. Oleh sebab itu, drainase yang baik membantu menjaga keamanan penghuni rumah.
Kemudian, risiko banjir skala kecil juga dapat ditekan. Air hujan yang turun deras akan langsung dialirkan menuju saluran kota atau sumur resapan. Dengan sistem yang terencana, air tidak akan menumpuk di satu titik. Selain itu, erosi tanah dapat dicegah melalui pengaturan aliran air yang tepat. Tanah yang terus tergerus air bisa kehilangan kepadatannya. Akibatnya, permukaan tanah menjadi tidak rata dan mudah ambles.
Pada rumah dengan taman atau halaman miring, drainase berfungsi mengontrol arah aliran air. Kemiringan tanah biasanya telah diperhitungkan agar air tidak merusak lanskap. Dengan demikian, taman tetap terawat meskipun sering terkena hujan.
Dalam konteks perumahan modern, sistem drainase juga sering dikombinasikan dengan saluran air bawah tanah. Air hujan dari atap akan dialirkan melalui talang menuju pipa khusus. Proses ini membuat lingkungan sekitar rumah tetap kering dan tertata.
Melindungi Struktur Bangunan dan Infrastruktur

Selanjutnya, apa fungsi sistem drainase terhadap struktur bangunan? Jawabannya sangat krusial. Sistem ini membantu menjaga pondasi tetap kering dan stabil.
Air yang meresap ke dalam tanah di sekitar pondasi dapat melemahkan struktur dasar rumah. Jika kondisi ini dibiarkan, penurunan tanah bisa terjadi secara perlahan. Akibatnya, retakan pada dinding dapat muncul tanpa disadari.
Selain itu, kelembapan berlebih dapat merusak material bangunan. Cat dinding bisa mengelupas karena tembok terus terpapar air. Bahkan, jamur dan lumut dapat tumbuh di area lembap. Drainase yang optimal juga melindungi lantai rumah dari kerusakan. Air yang merembes melalui celah lantai bisa menyebabkan ubin terangkat. Oleh karena itu, pengelolaan air menjadi bagian penting dalam konstruksi.
Infrastruktur lain seperti instalasi pipa air dan kabel listrik bawah tanah juga terlindungi. Jika saluran air tertata baik, risiko kerusakan akibat genangan dapat dikurangi. Dengan demikian, biaya perawatan jangka panjang bisa ditekan.
Dalam praktik teknik sipil, sistem drainase sering dirancang bersamaan dengan pembangunan pondasi. Perhitungan debit air dan kemiringan saluran biasanya dilakukan sejak awal. Hal ini dilakukan agar sistem bekerja efektif saat musim hujan tiba.
Selain melindungi rumah utama, drainase juga menjaga bangunan tambahan seperti garasi dan gudang. Area tersebut sering berada lebih rendah dari rumah utama. Oleh sebab itu, aliran air perlu diarahkan secara khusus.
Menjaga Kesehatan Lingkungan dan Keseimbangan Tanah

Tidak hanya melindungi bangunan, apa fungsi sistem drainase bagi lingkungan sekitar? Sistem ini berperan dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan penghuni rumah. Genangan air yang dibiarkan bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Nyamuk dapat membawa berbagai penyakit seperti demam berdarah. Oleh karena itu, drainase yang baik membantu mengurangi risiko tersebut.
Selain itu, lingkungan yang kering terasa lebih nyaman dan bersih. Bau tidak sedap akibat air tergenang juga dapat dicegah. Dengan demikian, kualitas udara di sekitar rumah tetap terjaga. Drainase juga membantu menjaga keseimbangan kadar air dalam tanah. Tanah yang terlalu jenuh air dapat kehilangan daya dukungnya. Akibatnya, risiko ambles atau longsor kecil dapat meningkat, terutama pada lahan miring.
Namun, sistem drainase yang baik tidak hanya membuang air begitu saja. Dalam konsep ramah lingkungan, sebagian air hujan akan diarahkan ke sumur resapan. Cara ini membantu menjaga cadangan air tanah. Sumur resapan dan lubang biopori sering digunakan sebagai solusi tambahan. Air hujan akan diserap kembali ke dalam tanah secara alami. Dengan begitu, siklus air tetap terjaga.
Pada kawasan padat penduduk, sistem drainase juga membantu mencegah limpasan air ke rumah tetangga. Aliran air yang tertata mengurangi konflik akibat genangan lintas batas lahan. Oleh karena itu, sistem ini memiliki dampak sosial yang cukup signifikan.
Cara Merawat Sistem Drainase Agar Tetap Optimal
Agar sistem drainase tetap berfungsi dengan baik, perawatan rutin perlu dilakukan. Jika saluran air dibiarkan tanpa pengecekan, sumbatan dan kerusakan bisa terjadi. Oleh karena itu, berikut beberapa langkah perawatan dalam bentuk poin angka yang mudah diterapkan di rumah.
1. Bersihkan Saluran dari Sampah Secara Berkala
Daun kering, pasir, dan plastik sering menyumbat saluran air. Oleh sebab itu, lakukan pembersihan minimal satu bulan sekali. Gunakan sarung tangan dan alat sederhana untuk mengangkat kotoran. Dengan saluran yang bersih, aliran air akan tetap lancar.
2. Periksa Talang Air di Atap Rumah
Talang yang tersumbat dapat menyebabkan air meluap ke dinding. Akibatnya, dinding menjadi lembap dan mudah rusak. Oleh karena itu, periksa kondisi talang terutama saat musim hujan. Pastikan tidak ada retakan atau sambungan yang longgar.
3. Cek Kemiringan Saluran Air
Kemiringan saluran sangat memengaruhi kelancaran aliran air. Jika posisi berubah karena pergeseran tanah, genangan bisa terjadi. Oleh sebab itu, pastikan air tetap mengalir menuju titik pembuangan. Perbaikan kecil sebaiknya segera dilakukan.
4. Pastikan Tidak Ada Retakan pada Saluran Beton atau Pipa
Retakan kecil sering dianggap sepele. Namun, celah tersebut bisa menyebabkan kebocoran atau rembesan air. Oleh karena itu, lakukan pengecekan visual secara rutin. Jika ditemukan kerusakan, segera lakukan perbaikan sebelum meluas.
5. Siram Saluran dengan Air Bertekanan
Membersihkan saluran menggunakan air bertekanan dapat membantu menghilangkan endapan lumpur. Metode ini efektif untuk menjaga bagian dalam pipa tetap bersih. Namun, lakukan dengan hati-hati agar tidak merusak sambungan.
6. Periksa Sumur Resapan atau Lubang Biopori
Jika rumah menggunakan sumur resapan, pastikan tidak tertutup lumpur. Sumur yang tersumbat tidak dapat menyerap air secara optimal. Oleh karena itu, lakukan pengurasan jika diperlukan. Dengan begitu, daya serap tanah tetap terjaga.
7. Lakukan Pemeriksaan Saat Hujan Deras
Musim hujan adalah waktu terbaik untuk mengevaluasi kinerja drainase. Amati apakah air mengalir lancar atau masih menggenang. Jika ditemukan masalah, evaluasi sistem perlu dilakukan. Pemeriksaan ini membantu mencegah kerusakan lebih besar.
8. Konsultasikan dengan Tenaga Profesional Secara Berkala
Meskipun perawatan mandiri bisa dilakukan, pemeriksaan profesional tetap penting. Teknisi dapat mendeteksi masalah yang tidak terlihat secara kasat mata. Dengan perawatan menyeluruh, sistem drainase akan lebih awet dan optimal.
Jika Anda mengalami permasalahan saluran air, ingin memperbaiki kebocoran drainase dan melakukan penggantian pada titik kebocoran. Sebaiknya dilakukan oleh tenaga profesional, tim tukang ledeng kami siap membantu. Hubungi kami melalui WhatsApp untuk layanan cepat, terpercaya, dan harga terjangkau.
Kesimpulan
Jadi, apa fungsi sistem drainase rumah? Sistem ini tidak hanya mencegah genangan dan banjir, tetapi juga melindungi struktur bangunan serta menjaga kesehatan lingkungan. Oleh karena itu, perencanaan dan perawatan drainase harus menjadi prioritas agar rumah tetap aman, nyaman, dan tahan lama.

